Category: Cara Mendidik Anak

Rekomendasi Mainan Edukasi untuk Buah Hati

No Comments
globalmeschool.com

Mengoptimalkan tumbuh kembang si kecil ternyata bisa juga lho dengan cara memberikannya mainan anak yang edukatif. Memberikan mainan yang sesuai usia juga bisa menjadi sarana pengembangan kemampuan kognitif dan fisiknya. Lalu, apa saja sih mainan edukatif bayi 6-12 bulan yang bisa diberikan?

Bayi yang usianya 6 bulan ke atas biasanya sudah mulai bisa duduk tegak, merangkak, kemudian mulai belajar untuk berdiri. Si kecil juga mulai suka meraih benda-benda di sekitarnya dan bereksplorasi mengenal dunia.

Alangkah lebih baik jika kamu mendukung perkembangan anak dengan memberikan mainan yang sesuai ya. Misalnya kamu bisa kenalkan anak kamu dengan berbagai benda berwarna-warni serta berbagai suara-suara melalui mainan anak-anak.

Berikut rangkuman dari berbagai sumber sebagai sumber informasi kamu, berikut rekomendasi mainan edukatif bayi 6-12 bulan yang bisa kamu pilih!

Rekomendasi Mainan Edukatif Bayi

1. Mainan Puzzle

Mainan puzzle merupakan salah satu mainan edukatif yang bisa kamu berikan pada anak usia 6-12 bulan, Ma. Akan tetapi jangan berikan puzzle yang kecil-kecil seperti puzzle orang dewasa ya, Ma. Berikanlah puzzle anak-anak yang memiliki ukuran besar serta memiliki bahan baku yang aman jika digigiti oleh bayi.

2. Baby Musical Toys

Mainan selanjutnya yang bagus bagi perkembangan anak kamu yakni mainan bayi yang bisa mengeluarkan suara-suara tertentu. Misalnya kamu bisa berikan mainan alat musik kecil yang bisa mengeluarkan suara. Kamu juga bisa berikan mainan tombol-tombol yang bisa mengeluarkan suara hewan yang lucu saat ditekan. Melalui permainan ini anak akan mengenal berbagai macam suara yang bisa mengedukasinya.

3. Mainan Balok

Mainan balok merupakan salah satu mainan klasik yang cocok dimainkan anak-anak usia 6-12 bulan. Pilihlah mainan balok yang berwarna-warni supaya anak kamu tertarik memainkannya, Ma. Biasanya anak kamu akan senang memainkan balok dengan menyusunnya lalu meruntuhkannya. Permainan balok ini bisa melatih konsentrasi dan perhatian anak kamu lho.

4. Walking Toys

Permainan walking toys bisa kamu berikan pada anak kamu yang ada di usia belajar berjalan, yakni sekitar usia 10 bulan. Walking toys akan menjaga keamanan anak kamu dengan lebih baik saat belajar berjalan. Karena biasanya bayi yang belajar berjalan akan berusaha meraih benda-benda disekitarnya tanpa mempedulikan keamanannya.

5. Buku

Buku juga bisa kamu jadikan sarana untuk mengedukasi anak kamu. Tentunya jangan berikan buku yang dipenuhi tulisan saja ya, Ma. Pilihlah buku anak-anak yang memiliki banyak gambar menarik sehingga anak kamu belajar mengenali warna dan benda dengan melihatnya. Bahkan di masa sekarang sudah ada lho buku anak-anak tiga dimensi yang gambarnya timbul dan sangat menarik bagi anak-anak.

Itu dia rekomendasi mainan edukatif bayi 6-12 bulan yang bisa kamu berikan pada anak yang dalam tahap perkembangan.

Baiknya kamu membaca aturan pakai serta batas usia setiap permainan yang kamu berikan pada anak ya, Ma. Ada saja beberapa permainan yang tidak cocok untuk anak usia tertentu misalnya karena dikhawatirkan bisa tertelan. Semoga pembahasan ini bisa menambah pengetahuan kamu!

Cara Menasehati Anak Supaya Nurut Kepada Orang Tua

No Comments
Cara Menasehati Anak Supaya Nurut Kepada Orang Tua

Tidak semua orang tua paham betul cara mendidik anak dengan baik. Orang tua pun butuh waktu untuk belajar bagaimana cara menjadi orang tua yang baik, bagaimana mendidik supaya anak nurut dengan orang tua, serta bagaimana berkomunikasi yang baik dengan anak. Semua hal tersebut tidak mudah, bahkan terkadang membuat orang tua stres dan merasa gagal menjadi orang tua. Terlebih jika Ibu memiliki anak lebih dari 1, kerap muncul kecemburuan dari anak yang lebih besar terhadap anak yang lebih kecil. Kecemburuan ini kerap dilampiaskan dengan cara ‘membangkang’.

Si kecil yang sedang mengeksplorasi diri serta lebih percaya dengan instingnya, seakan membuat anak terkesan membangkang. Misalnya saat anak menolak makan di jam makan, sulit tidur, ingin terus bermain atau screen time, memang menunjukkan kesan bahwa mereka tidak menurut dengan perintah orang tua. Namun jika ditelusuri lebih dalam, mereka memang sedang berada di fase eksplorasi. Bukan berarti tidak patuh.

Tentunya orang tua punya batas kesabaran tersendiri. Ketika anak menolak perkataan atau perintah orang tua, terkadang orang tua menjadi gemas, marah, bahkan berteriak. Padahal, berteriak bukan cara yang tepat supaya anak nurut dengan orang tua lho, Bu. Ibu perlu memahami teknik dibawah ini yang perlu dilakukan supaya anak nurut dan tidak lagi membangkang.

Cara Menasehati Anak Supaya Nurut Kepada Orang Tua

Hindari Berteriak dan Memaksa Anak

Bagaimanapun kondisinya, hindari berteriak di depan anak. Berteriak tidak akan membuat anak patuh dan menuruti perintah Anda. Justru sebaliknya, berteriak membuat hati anak semakin keras dan ia semakin enggan untuk patuh.

Jika Ibu berteriak, anak akan menangkap sinyal waspada. Artinya, ia berada di kondisi yang tidak aman. Efeknya, anak akan merasa cemas, khawatir, agresif, bahkan menjadi semakin keras dengan cara mereka.

Alih-alih anak akan patuh, ia justru semakin keras. Ibu pun semakin sulit untuk menaklukkannya di kemudian hari. Lebih baik berbicara baik-baik dengan anak dan menjaga nada bicara agar tetap tenang. Nada suara yang tenang akan membuat anak tergerak untuk mengikuti perkataan Anda.

Gunakan Bahasa Lembut Disertai Sentuhan

Tips lain yang bisa dipakai supaya anak nurut dengan perintah orang tua adalah dengan menggunakan bahasa yang lembut saat memberi nasehat. Bahasa yang tenang, lembut, dan tidak disertai teriakan akan membuat anak lebih nyaman. Terlebih jika Ibu menambahkan teknik sentuhan saat berbicara dengan anak, anak akan merasa dihargai.

Ketika anak dihargai, ia akan mendengar dan patuh terhadap apa yang Anda perintahkan. Jadi jangan lupa untuk memberi sentuhan di bahu, tangan, kepala saat berbicara dengan anak ya, Bu!

Panggil Nama Anak

Selain itu, Ibu bisa menggunakan teknik ‘memanggil nama anak’ ketika mengajaknya berbicara supaya anak nurut. Ketika Ibu memanggil nama anak, si kecil akan merasa dihargai. Saat ia menoleh dan memperhatikan Anda, jangan lupa untuk mengatakan dengan baik apa yang ingin Anda katakan. Dengan cara ini, anak akan lebih bersimpati terhadap Anda dan hasilnya ia akan patuh tanpa perlu menunjukkan tanda pembangkangan.

Dengarkan Perkataan Anak

Anak merupakan pribadi yang sangat pandai meniru. Seperti apa sikapnya saat ini, merupakan cerminan dari perilaku Ayah dan Ibu di rumah saat menghadapi anak. Tentunya Ibu ingin selalu didengar oleh anak bukan? Begitu pula dengan si kecil, ia juga ingin selalu didengarkan.

Jadi jika ingin didengar, berikan contoh kepada anak bagaimana cara mendengarkan perkataan orang lain. Buka telinga lebar-lebar saat anak berbicara dan hindari memotong pembicaraannya. Dengan cara ini, anak akan tahu bagaimana cara mendengarkan orang lain. Ia pun akan memiliki sikap yang sama saat Ibu berbicara. Inilah cara yang sangat tepat dilakukan supaya anak nurut dan mau mendengarkan orang tua.

Hindari Memberi Perintah Saat Anak Tantrum

Ibu perlu tahu kapan saat yang tepat untuk memberi perintah, nasihat, serta berbicara pada anak. Ada waktu yang perlu dihindari untuk memberi perintah pada anak, yaitu ketika ia sedang tantrum. Pada saat tantrum, si kecil tidak dapat mendengarkan perkataan dari siapapun, terlebih kalimat perintah.

Beri kesempatan pada si kecil untuk mengeluarkan emosinya terlebih dahulu, baru kemudian berbicara atau memberi perintah. Kenali hal apa saja yang membuat anak mudah tantrum agar Ibu dapat meredakan tantrumnya. Ingat, berharap supaya anak nurut ketika ia sedang tantrum merupakan hal yang sia-sia ya, Bu.

Konsisten

Cara lain supaya anak nurut dengan orang tua adalah memberi perintah atau larangan secara konsisten. Jika Ibu melarang anak makan permen misalnya, maka tetap konsisten dengan larangan tersebut apapun yang terjadi, meskipun anak merengek dan tantrum saat tidak diberi permen, Ibu tetap konsisten dengan aturan tersebut.

Aturan yang konsisten tidak akan membuat anak bingung, ia akan paham apa yang sebenarnya diinginkan oleh orang tua. Jika konsistensi ini ditegakkan, Ibu akan lebih mudah membuat ia patuh.

Beri Apresiasi

Apresiasi sangat penting diberikan pada anak yang sedang mengalami masa tumbuh kembang. Bila anak berhasil melakukan sesuatu atau mentaati aturan yang dibuat oleh orang tua di rumah, maka jangan lupa berikan apresiasi atau pujian. Apresiasi tersebut yang membuat si kecil merasa termotivasi untuk patuh. Ia juga akan melakukan perintah orang tua dengan rasa senang tanpa paksaan.

Ciptakan Lingkungan yang Menyenangkan

Tumbuh kembang anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Lingkungan yang aman dan nyaman akan membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Oleh karena itu, jika Ibu ingin supaya anak nurut dengan orang tua, maka ciptakan suasana yang kondusif di rumah.

Orang tua yang dapat selalu hadir dan membersamai anak merupakan orang tua yang didambakan oleh anak. Oleh karena itu, hindari distraksi gadget atau televisi saat bermain dengan anak. Jika anak merasa nyaman dengan orang tua dan lingkungan yang tercipta, maka anak akan cenderung lebih patuh terhadap perintah orang tua.

Kompak dengan Pasangan

Tips lain yang bisa dilakukan supaya anak nurut dengan orang tua adalah usahakan agar selalu ‘satu suara’ dengan pasangan. Ketika Ayah dan Ibu kompak dalam mendidik dan memberikan aturan pada anak, si kecil akan lebih mudah untuk mematuhi.

Sebaliknya, ketika Ibu dengan pasangan tidak kompak dan kerap berdebat, maka akan muncul rasa ketidakpercayaan anak terhadap orang tua. Efeknya, anak akan sulit mendengarkan orang tua dan menuruti nasehat yang diberikan. Ia juga akan bingung, mana nasihat yang sebenarnya perlu didengarkan, karena ayah dan ibu berbeda pendapat.