Tag: cara mendidik anak agar patuh

Cara Menasehati Anak Supaya Nurut Kepada Orang Tua

No Comments
Cara Menasehati Anak Supaya Nurut Kepada Orang Tua

Tidak semua orang tua paham betul cara mendidik anak dengan baik. Orang tua pun butuh waktu untuk belajar bagaimana cara menjadi orang tua yang baik, bagaimana mendidik supaya anak nurut dengan orang tua, serta bagaimana berkomunikasi yang baik dengan anak. Semua hal tersebut tidak mudah, bahkan terkadang membuat orang tua stres dan merasa gagal menjadi orang tua. Terlebih jika Ibu memiliki anak lebih dari 1, kerap muncul kecemburuan dari anak yang lebih besar terhadap anak yang lebih kecil. Kecemburuan ini kerap dilampiaskan dengan cara ‘membangkang’.

Si kecil yang sedang mengeksplorasi diri serta lebih percaya dengan instingnya, seakan membuat anak terkesan membangkang. Misalnya saat anak menolak makan di jam makan, sulit tidur, ingin terus bermain atau screen time, memang menunjukkan kesan bahwa mereka tidak menurut dengan perintah orang tua. Namun jika ditelusuri lebih dalam, mereka memang sedang berada di fase eksplorasi. Bukan berarti tidak patuh.

Tentunya orang tua punya batas kesabaran tersendiri. Ketika anak menolak perkataan atau perintah orang tua, terkadang orang tua menjadi gemas, marah, bahkan berteriak. Padahal, berteriak bukan cara yang tepat supaya anak nurut dengan orang tua lho, Bu. Ibu perlu memahami teknik dibawah ini yang perlu dilakukan supaya anak nurut dan tidak lagi membangkang.

Cara Menasehati Anak Supaya Nurut Kepada Orang Tua

Hindari Berteriak dan Memaksa Anak

Bagaimanapun kondisinya, hindari berteriak di depan anak. Berteriak tidak akan membuat anak patuh dan menuruti perintah Anda. Justru sebaliknya, berteriak membuat hati anak semakin keras dan ia semakin enggan untuk patuh.

Jika Ibu berteriak, anak akan menangkap sinyal waspada. Artinya, ia berada di kondisi yang tidak aman. Efeknya, anak akan merasa cemas, khawatir, agresif, bahkan menjadi semakin keras dengan cara mereka.

Alih-alih anak akan patuh, ia justru semakin keras. Ibu pun semakin sulit untuk menaklukkannya di kemudian hari. Lebih baik berbicara baik-baik dengan anak dan menjaga nada bicara agar tetap tenang. Nada suara yang tenang akan membuat anak tergerak untuk mengikuti perkataan Anda.

Gunakan Bahasa Lembut Disertai Sentuhan

Tips lain yang bisa dipakai supaya anak nurut dengan perintah orang tua adalah dengan menggunakan bahasa yang lembut saat memberi nasehat. Bahasa yang tenang, lembut, dan tidak disertai teriakan akan membuat anak lebih nyaman. Terlebih jika Ibu menambahkan teknik sentuhan saat berbicara dengan anak, anak akan merasa dihargai.

Ketika anak dihargai, ia akan mendengar dan patuh terhadap apa yang Anda perintahkan. Jadi jangan lupa untuk memberi sentuhan di bahu, tangan, kepala saat berbicara dengan anak ya, Bu!

Panggil Nama Anak

Selain itu, Ibu bisa menggunakan teknik ‘memanggil nama anak’ ketika mengajaknya berbicara supaya anak nurut. Ketika Ibu memanggil nama anak, si kecil akan merasa dihargai. Saat ia menoleh dan memperhatikan Anda, jangan lupa untuk mengatakan dengan baik apa yang ingin Anda katakan. Dengan cara ini, anak akan lebih bersimpati terhadap Anda dan hasilnya ia akan patuh tanpa perlu menunjukkan tanda pembangkangan.

Dengarkan Perkataan Anak

Anak merupakan pribadi yang sangat pandai meniru. Seperti apa sikapnya saat ini, merupakan cerminan dari perilaku Ayah dan Ibu di rumah saat menghadapi anak. Tentunya Ibu ingin selalu didengar oleh anak bukan? Begitu pula dengan si kecil, ia juga ingin selalu didengarkan.

Jadi jika ingin didengar, berikan contoh kepada anak bagaimana cara mendengarkan perkataan orang lain. Buka telinga lebar-lebar saat anak berbicara dan hindari memotong pembicaraannya. Dengan cara ini, anak akan tahu bagaimana cara mendengarkan orang lain. Ia pun akan memiliki sikap yang sama saat Ibu berbicara. Inilah cara yang sangat tepat dilakukan supaya anak nurut dan mau mendengarkan orang tua.

Hindari Memberi Perintah Saat Anak Tantrum

Ibu perlu tahu kapan saat yang tepat untuk memberi perintah, nasihat, serta berbicara pada anak. Ada waktu yang perlu dihindari untuk memberi perintah pada anak, yaitu ketika ia sedang tantrum. Pada saat tantrum, si kecil tidak dapat mendengarkan perkataan dari siapapun, terlebih kalimat perintah.

Beri kesempatan pada si kecil untuk mengeluarkan emosinya terlebih dahulu, baru kemudian berbicara atau memberi perintah. Kenali hal apa saja yang membuat anak mudah tantrum agar Ibu dapat meredakan tantrumnya. Ingat, berharap supaya anak nurut ketika ia sedang tantrum merupakan hal yang sia-sia ya, Bu.

Konsisten

Cara lain supaya anak nurut dengan orang tua adalah memberi perintah atau larangan secara konsisten. Jika Ibu melarang anak makan permen misalnya, maka tetap konsisten dengan larangan tersebut apapun yang terjadi, meskipun anak merengek dan tantrum saat tidak diberi permen, Ibu tetap konsisten dengan aturan tersebut.

Aturan yang konsisten tidak akan membuat anak bingung, ia akan paham apa yang sebenarnya diinginkan oleh orang tua. Jika konsistensi ini ditegakkan, Ibu akan lebih mudah membuat ia patuh.

Beri Apresiasi

Apresiasi sangat penting diberikan pada anak yang sedang mengalami masa tumbuh kembang. Bila anak berhasil melakukan sesuatu atau mentaati aturan yang dibuat oleh orang tua di rumah, maka jangan lupa berikan apresiasi atau pujian. Apresiasi tersebut yang membuat si kecil merasa termotivasi untuk patuh. Ia juga akan melakukan perintah orang tua dengan rasa senang tanpa paksaan.

Ciptakan Lingkungan yang Menyenangkan

Tumbuh kembang anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Lingkungan yang aman dan nyaman akan membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Oleh karena itu, jika Ibu ingin supaya anak nurut dengan orang tua, maka ciptakan suasana yang kondusif di rumah.

Orang tua yang dapat selalu hadir dan membersamai anak merupakan orang tua yang didambakan oleh anak. Oleh karena itu, hindari distraksi gadget atau televisi saat bermain dengan anak. Jika anak merasa nyaman dengan orang tua dan lingkungan yang tercipta, maka anak akan cenderung lebih patuh terhadap perintah orang tua.

Kompak dengan Pasangan

Tips lain yang bisa dilakukan supaya anak nurut dengan orang tua adalah usahakan agar selalu ‘satu suara’ dengan pasangan. Ketika Ayah dan Ibu kompak dalam mendidik dan memberikan aturan pada anak, si kecil akan lebih mudah untuk mematuhi.

Sebaliknya, ketika Ibu dengan pasangan tidak kompak dan kerap berdebat, maka akan muncul rasa ketidakpercayaan anak terhadap orang tua. Efeknya, anak akan sulit mendengarkan orang tua dan menuruti nasehat yang diberikan. Ia juga akan bingung, mana nasihat yang sebenarnya perlu didengarkan, karena ayah dan ibu berbeda pendapat.

Tidak Perlu Emosi, Begini Cara Medidik Anak Agar Tidak Keras Kepala

No Comments
Tidak Perlu Emosi, Begini Cara Medidik Anak Agar Tidak Keras Kepala

Sistem mendidik anak yang keras kepala atau menyukai melawan tentu tidak gampang untuk tiap-tiap orangtua. Ketika umpamanya anak malas mandi, anak sulit makan, atau kabur dari adat istiadat tidur siang mungkin membuat orang tua meluapkan emosinya dengan geram-geram.

Padahal, sistem paling ampuh untuk menghadapi anak yang keras kepala bukanlah dengan geram-geram atau membentak anak, namun justru dengan memberikan perhatian secara penuh.

Nah, bagaimana sistem tepat untuk mendidik anak yang keras kepala? Baca terus ulasan berikut ini, ya!

Tidak Perlu Emosi, Begini Cara Medidik Anak Agar Tidak Keras Kepala

Cara Mendidik Anak Yang Keras Kepala

Menghadapi anak yang keras kepala memang membutuhkan kesabaran yang lebih dari biasanya, namun tidak perlu dengan sistem tarik urat apalagi menjewer dan mencubit.

Salah satu sistem untuk menghadapi anak yang keras kepala merupakan menanggapi luapan emosinya.

1. Dengarkan pendapat dan kemauan anak

Komunikasi dengan anak merupakan hal lebih-lebih sebagai sistem menghadapi sikap anak yang keras kepala.

Jika, komunikasi antara anak dan orangtua tentu semestinya berjalan dua arah.

Jika berharap anak mendengarkan Anda, Anda bahkan semestinya berharap mendengarkannya lebih-lebih dahulu.

Tak belum apa-apa Anda seketika melarangnya untuk begadang, anak akan cenderung menentang dan geram.

2. Ketika memaksa

Ketika Anda cenderung memaksa anak untuk mengerjakan sesuatu, biasanya anak akan memberontak dan mengerjakan apa yang semestinya tidak mereka lakukan.

Sistem ini termasuk dalam bentuk pertentangan, salah satu ciri biasa dari anak keras kepala.

Ambil figur, Anda memaksa anak untuk stop main gadget dan beranjak tidur karena anak telah terlanjur kecanduan gadget.

Umpamanya, mendidik anak yang keras kepala dengan sistem ini tidak akan menolong, bahkan akan memicu perlawanan dari anak.

3. Memberikan anak alternatif

Ketika sama halnya jika Anda memberikan mainan yang tidak disukai oleh anak, karenanya jawabannya mungkin akan sama.

Sistem mendidik anak yang keras kepala ini bisa dengan memakai trik-trik khusus dengan memberikannya alternatif.

Jika, dikala Anda menginginkan anak tidur dan melepaskannya dari Sistem, coba berikan anak alternatif buku cerita mana yang akan dia pilih untuk didongengkan sebelum tidur.

Alihkan perhatian anak dengan cerita menarik si kancil atau timun mas yang bisa dia pilih.

Sistem anak masih menolak, tetaplah bersikap jika sembari mengulangi hal yang sama sebanyak mungkin.

4. Hadapi Dengan Tenang

Kunci utama dalam mendidik dan menghadapi anak yang keras kepala merupakan dengan sistem bersikap jika dan hening.

Jika Anda cenderung geram-geram atau membentak, sikap Anda justru akan memperburuk membentak dan bahkan membuat anak membuat melawan.

Lakukan kian bermacam-macam yang bisa menolong Anda menjadi lebih jika, seperti meditasi, olahraga, mendengarkan musik, atau lainnya.

5. Biarkan Anak Belajar Dari Pengalaman

Melarang anak anak kata-kata kadang tidak cukup tidak. Sistem mendidik anak yang keras kepala bisa bisa dengan memberinya sedikit kebebasan.

Tujuannya dikerjakan mereka bisa memahami apa berharap Anda sampaikan anak pengalaman,via dari melansir New Kids Center.

Sistem ini akan memberikan sistem penting dalam mendidik anak yang keras kepala sehingga dia tidak mengulangi hal yang sama.

Butuh tidak dikerjakan bisa bisa sistem mendisiplinkan anak guna mengajarinya konsekuensi dari perilaku anak atau buruk yang bagus.

6. Ajak Si Kecil Bekerja Sama

ketimbang-nyuruh anak untuk mengerjakan suatu hal, mengerjakan lebih anak jika Anda mengajak anak untuk dijalankannya sama.

kata-kata, “ayo kita lakukan bersama,” atau “bagaimana dia kita mencobanya bersama-sama?” jika kalimat yang terkesan ketimbang.

Jadi, berusahalah untuk menjadi memerintah anak dikerjakan mereka merasa nyaman.

7. Ajak Berdiskusi

, Anda perlu mengerjakan mengerjakan atau tawar-menawar dengan anak.

Sistem ini diplomasi bahwa Anda tidak serta merta menolak permintaan anak, namun memberikan pertimbangan yang akan melatihnya mengambil keputusan yang anak.

Ambil figur, anak Anda anak tidak berharap tidur berharap telah Anda telah dengan anak-anak.

Nah, sistem yang tepat bukanlah dengan memaksanya untuk seketika tidur, namun dengan memberikan pertimbangan.