Cara Supaya Cepat Pintar Matematika

No Comments
https://www.globalmeschool.com/uncategorized/cara-supaya-cepat-pintar-matematika/

Kali ini saya mau mengajak sobat buat belajar bagaimana tips dan cara agar cepat pintar dalam pelajaran matematika. Yang mana pelajaran ini dianggap sebagai pelajaran yang mengerikan bagi sebagian siswa di sekolah. Padahal sebenarnya matematika adalah sebuah pelajaran yang sangat bermanfaat buat hidup kamu di masa depan.

Cara agar pintar dalam pelajaran matematika tentu tidak bisa didapatkan tanpa usaha sama sekali. Harus melalui beberapa tahapan penting yang bisa mendukung kamu menjadi seorang ahli matematika di kelas. Baiklah langsung saja berikut adalah tips agar cepat pintar dalam pelajaran matematika, antara lain:

1. Cintai pelajaran matematika

Sebuah pelajaran akan lebih mudah masuk ke dalam otak apabila kamu menyukai pelajaran tersebut. Siapa tahu kamu sudah memiliki pelajaran favorit sekarang? Lebih mudah kan mempelajarinya. Padahal matematika sama dengan pelajaran lain yang kamu sukai tersebut. Hanya saja kamu tidak menyukai matematika sehingga pelajaran matematika terlihat sulit.

Kalau ga percaya coba mulai sekarang kamu sukai pelajaran matematika. Kamu enjoy dan senang ketika jam matematika di mulai. Dan lihat efeknya, tiba-tiba kamu akan lebih mudah sekali paham materi yang disampaikan, serta pintar matematika secar lebih cepat.

2. Jadi guru yang mengajar matematika sebagai guru favorit

Ada sebuah kendala bagi seorang murid dalam menangkap materi belajar, salah satunya karena tidak suka dengan gurunya. Entah itu karena penampilan atau metode mengajar yang diberikan.

Sebenarnya ini tanggung jawab dari guru juga agar bagaimana murid menjadi nyaman dan cocok dengan guru tersebut. Namun kamu sebagai murid, tugasmu adalah menyukai guru tersebut. Cobalah lihat dari sisi positifnya karena setiap orang pasti punya kelebihan. Dan ketika kamu menyukai guru matematika di kelasmu, maka penjelasan darinya pun akan menjadi lebih mudah untuk diterima.

Banyak sekolah yang mencoba mencari guru matematika yang energik dan menyenangkan. Alasannya tadi kalau murid sudah suka, pelajaran jadi mudah diterima, sehingga siswa banyak yang pintar matematika.

3. Jangan malas untuk praktik dan tidak usah pusing menghafal rumus matematika

Cara yang lain adalah dengan banyak melakukan praktik. Misalkan saja praktik menghitung, praktek mencoba rumus baru dan sejenisnya. Semakin sering kamu praktik, otak akan semakin terasah kemampuan matematikanya.

Tidak usah pusing menghafal rumus, mending kamu praktek saja satu rumus secara berulang kali. Sebenarnya ini sesuai dengan salah satu prinsip pembelajaran yaitu prinsip pengulangan. Juga amat terkait dengan prinsip proses mental aktif.

Carilah banyak soal-soal matematika dan cobalah kamu selesaikan. Semakin banyak kamu praktik menyelesaikan soal maka semakin baik. Di waktu yang akan datang ketika menemukan soal yang sama, tiba-tiba saja Anda akan teringat dan bisa mengerjakan soal tersebut.

4. Mencoba mengerjakan pelajaran matematika dengan cara kamu sendiri

Cobalah berkreasi dengan cara kamu sendiri dalam mengerjakan soal. Misalkan menemukan soal baru yang belum tahu rumusnya. Kamu kerjakan saja sebisanya, buatlah coret-coret semampumu. Intinya jangan langsung menyerah ketika menemukan soal baru. Tapi coba dulu sebisamu.

Percaya gak percaya, jika hal ini terus kamu lakukan setiap menemukan soal. Suatu saat bisa saja memecahkan soal-soal matematika dengan cara kamu sendiri karena otak kamu sudah banyak berkembang.

Selain sesuai dengan proses mental aktif di atas, bila kamu mencoba berkreasi dalam mengerjakan soal, serta mencoba untuk mencari kaitannya dalam kehidupanmu sehari-hari, maka kamu akan lebih menikmati latihanmu. Sebenarnya ini juga sesuai dengan prinsip pembelajaran bermakna.

5. Memperbanyak aktivitas menghitung dalam sehari-hari

Orang yang sering menghitung lama-lama akan pandai di luar kepala. Jadi jika ada kesempatan menghitung dalam keseharian, maka manfaatkan dengan baik. Cobalah untuk menghitung secara cepat. Setelah ketemu hasilnya baru kamu koreksi.

Kamu bisa buktikan sendiri. Misalkan saja menghitung uang kembalian saat belanja, menghitung jumlah benda-benda yang kamu lihat dan yang lainnya. Hitung saja secepat mungkin, dan lama2 otak kamu akan menjadi sangat responsif dalam melihat angka-dalam pelajaran matematika.

6. Jangan peduli soal nilai, yang penting kamu sudah berusaha mengerjakan sendiri

Yang terakhir adalah selalu mandiri dalam mengerjakan soal. Alias tidak mencontek. Gak papa nilai sedikit tapi hasil kerjamu sendiri. Dengan begitu otak kamu terus berkembang dalam kemandirian mengerjakan soal tersebut.

Mandiri di sini adalah tidak mencontek ya. Kalau untuk bertanya soal rumus kepada teman yang kamu anggap lebih pintar sih boleh-boleh saja. Asalkan tidak bertanya langsung jawabannya.

Dan ketika kamu nanti mengalami peningkatan nilai pelajaran matematika, maka akan ada kepuasan tersendiri selama kamu mengerjakan soal pelajaran sendiri.

Demikian sobat, materi kali ini mengenai tips agar cepat pintar dalam matematika. Selama kamu terus berlatih, maka tidak ada yang tidak mungkin, siapa tahu kamu akan jago pelajaran matematika di kemudian hari nanti.

Categories: Pendidikan

Rekomendasi Mainan Edukasi untuk Buah Hati

No Comments
globalmeschool.com

Mengoptimalkan tumbuh kembang si kecil ternyata bisa juga lho dengan cara memberikannya mainan anak yang edukatif. Memberikan mainan yang sesuai usia juga bisa menjadi sarana pengembangan kemampuan kognitif dan fisiknya. Lalu, apa saja sih mainan edukatif bayi 6-12 bulan yang bisa diberikan?

Bayi yang usianya 6 bulan ke atas biasanya sudah mulai bisa duduk tegak, merangkak, kemudian mulai belajar untuk berdiri. Si kecil juga mulai suka meraih benda-benda di sekitarnya dan bereksplorasi mengenal dunia.

Alangkah lebih baik jika kamu mendukung perkembangan anak dengan memberikan mainan yang sesuai ya. Misalnya kamu bisa kenalkan anak kamu dengan berbagai benda berwarna-warni serta berbagai suara-suara melalui mainan anak-anak.

Berikut rangkuman dari berbagai sumber sebagai sumber informasi kamu, berikut rekomendasi mainan edukatif bayi 6-12 bulan yang bisa kamu pilih!

Rekomendasi Mainan Edukatif Bayi

1. Mainan Puzzle

Mainan puzzle merupakan salah satu mainan edukatif yang bisa kamu berikan pada anak usia 6-12 bulan, Ma. Akan tetapi jangan berikan puzzle yang kecil-kecil seperti puzzle orang dewasa ya, Ma. Berikanlah puzzle anak-anak yang memiliki ukuran besar serta memiliki bahan baku yang aman jika digigiti oleh bayi.

2. Baby Musical Toys

Mainan selanjutnya yang bagus bagi perkembangan anak kamu yakni mainan bayi yang bisa mengeluarkan suara-suara tertentu. Misalnya kamu bisa berikan mainan alat musik kecil yang bisa mengeluarkan suara. Kamu juga bisa berikan mainan tombol-tombol yang bisa mengeluarkan suara hewan yang lucu saat ditekan. Melalui permainan ini anak akan mengenal berbagai macam suara yang bisa mengedukasinya.

3. Mainan Balok

Mainan balok merupakan salah satu mainan klasik yang cocok dimainkan anak-anak usia 6-12 bulan. Pilihlah mainan balok yang berwarna-warni supaya anak kamu tertarik memainkannya, Ma. Biasanya anak kamu akan senang memainkan balok dengan menyusunnya lalu meruntuhkannya. Permainan balok ini bisa melatih konsentrasi dan perhatian anak kamu lho.

4. Walking Toys

Permainan walking toys bisa kamu berikan pada anak kamu yang ada di usia belajar berjalan, yakni sekitar usia 10 bulan. Walking toys akan menjaga keamanan anak kamu dengan lebih baik saat belajar berjalan. Karena biasanya bayi yang belajar berjalan akan berusaha meraih benda-benda disekitarnya tanpa mempedulikan keamanannya.

5. Buku

Buku juga bisa kamu jadikan sarana untuk mengedukasi anak kamu. Tentunya jangan berikan buku yang dipenuhi tulisan saja ya, Ma. Pilihlah buku anak-anak yang memiliki banyak gambar menarik sehingga anak kamu belajar mengenali warna dan benda dengan melihatnya. Bahkan di masa sekarang sudah ada lho buku anak-anak tiga dimensi yang gambarnya timbul dan sangat menarik bagi anak-anak.

Itu dia rekomendasi mainan edukatif bayi 6-12 bulan yang bisa kamu berikan pada anak yang dalam tahap perkembangan.

Baiknya kamu membaca aturan pakai serta batas usia setiap permainan yang kamu berikan pada anak ya, Ma. Ada saja beberapa permainan yang tidak cocok untuk anak usia tertentu misalnya karena dikhawatirkan bisa tertelan. Semoga pembahasan ini bisa menambah pengetahuan kamu!

Tips Mengatur Keuangan untuk Kebutuhan yang Harus Kamu Ketahui

No Comments
globalmeschool.com

 

Membuat rencana keuangan untuk masa depan termasuk hal yang cukup penting untuk dilakukan. Sebab kamu tak pernah tahu dengan peristiwa yang akan terjadi di kemudian hari. Tanpa adanya kesiapan kamu akan merasa kesulitan untuk mencukupi ataupun memenuhi kebutuhan hidup.

Oleh karenanya, penting bagi kamu untuk mengelola keuangan dari sekarang. Sehingga kamu akan lebih siap untuk menghadapi segala kondisi di masa mendatang. Berikut beberapa tips untuk mengelola keuangan yang dapat kamu terapkan mulai sekarang!

1. Tidak Bergantung pada Gaji

Apabila kamu seorang pekerja, sebaiknya jangan terlalu bergantung pada gaji. Mungkin awalnya gaji yang kamu dapatkan bisa digunakan untuk memenuhi setiap kebutuhan yang dimiliki. Akan tetapi, seiring bergantinya waktu, kebutuhan yang kamu punya juga akan semakin bertambah sehingga dikhawatirkan gaji yang kini kamu peroleh tak mampu untuk mencukupinya.

Oleh karenanya kamu perlu melakukan pengelolaan gaji dengan baik dan berusaha mempersiapkan dana untuk kebutuhan masa depan. Bahkan, kamu juga bisa mulai menggunakan sebagian dari gaji tersebut untuk membangun sebuah usaha kecil-kecilan. Sehingga kedepannya kamu bisa mendapatkan sumber penghasilan tambahan dari perputaran uang gaji yang dimiliki.

2. Membeli yang Kamu Butuhkan, Bukan yang Diinginkan

Mengelola keuangan yang baik bisa dimulai dari hal-hal sederhana, salah satunya dengan mengendalikan keinginan yang kamu miliki. Kamu harus bisa membedakan antara kebutuhan dan sebatas keinginan. Karena kamu hanya perlu mengutamakan apa yang kamu butuhkan saja dibandingkan menuruti apa yang telah kamu inginkan.

Jika kamu tidak bisa mengatur hal sederhana ini, keuanganmu akan menjadi berantakan dan kebutuhan di masa depan mungkin saja akan terbengkalai. Oleh karenanya kamu harus berusaha untuk tidak bersikap gegabah dalam menggunakan uang yang dimiliki.

3. Menghindari Kredit

Lebih banyak pengeluaran daripada pemasukan akan membuat catatan keuanganmu jadi tak sehat. Hal inilah yang pada akhirnya membuatmu terjebak pada pinjaman, cicilan, ataupun kredit. Sebenarnya tidak ada salahnya untuk melakukan kredit ataupun peminjaman dana asalkan kamu bisa menyertainya dengan perhitungan yang matang.

Jangan sampai kamu terlilit hutang yang justru akan menyulitkan masa depanmu. Jika kamu memang terpaksa harus melakukan peminjaman, berusahalah agar menggunakannya untuk kebutuhan produktif, bukan mengajukan kredit untuk memenuhi kebutuhan konsumtif semata.

4. Memiliki Dana Darurat

Kamu harus bisa membedakan antara dana darurat dengan uang tabungan. Setiap kali kamu memperoleh gaji ataupun pemasukan, sebaiknya sisihkan uangmu untuk ditabung dan juga pada dana darurat. Jika kebetulan suatu saat kamu mengalami suatu permasalahan atau mempunyai kebutuhan mendesak, gunakanlah dana darurat milikmu.

Sementara, uang tabungan harus tetap utuh untuk mencukupi kebutuhan di masa mendatang yang memang telah kamu prioritaskan sejak dini. Dan kamu juga tak boleh sembarangan ataupun mengambil dana darurat dengan sangat mudah agar keuanganmu tetap stabil.

Itulah empat tips dalam mengelola keuangan untuk mencukupi kebutuhan di masa depan yang harus kamu ketahui. Jika kamu berhasil melakukan pengelolaan yang baik, sepertinya tak menutup kemungkinan kalau kehidupan masa depanmu akan lebih terjamin.

Categories: Tips Kehidupan

Cara Memotivasi Anak agar Selelu Semangat dalam Belajar

No Comments
Cara Memotivasi Anak agar Selelu Semangat dalam Belajar

Rasa bosan bisa menghampiri siapa saja. Apalagi anak-anak yang kerap merasa bosan dan kadang tidak semangat untuk belajar. Kalau sudah begini, mau tidak mau kita sebagai orangtua harus bisa memotivasi anak agar kembali semangat belajar.

Sama seperti orang dewasa, ada kalanya semangat belajar anak akan menurun. Biasanya momen ini muncul setelah si kecil mendapatkan nilai kurang memuaskan. Untuk mengembalikan semangat belajar anak, kita sebagai orangtua harus memotivasi anak untuk lebih giat belajar agar dapat nilai yang bagus.

Orangtua punya peran penting untuk memotivasi anak agar semangat belajar. Apalagi sekarang waktu si kecil lebih banyak dihabiskan di dalam rumah, karena harus melakukan proses pembelajaran secara daring.

Tapi perlu diingat, memotivasi anak tidak perlu sampai urat leher kita keluar, ya, Mama Papa! Bukannya membuat anak kembali semangat belajar, hal ini malah bikin anak trauma dan semakin mogok belajar.

Berikut beberapa cara agar anak kembali termotivasi untuk semangat belajar:

Cara Memotivasi Anak agar Selelu Semangat dalam Belajar

Ajak ngorbol anak

Saat anak kurang semangat belajar jangan dimarahi, Mama Papa. Ketimbang ngomelin anak panjang lebar, cobalah mengajak si kecil ngobrol dari hati ke hati terlebih dulu.

Tanyakan apa yang membuat ia kesulitan dalam belajar? Setelah itu, Mama Papa baru bisa memberikan tanggapan dan cara mengatasi kesulitan tersebut. Bicara heart to heart pada anak akan membuat semangat belajar anak kembali.

Jangan pelit pujian

Semakin dikritik, biasanya anak justru akan semakin malas belajar. Maka dari itu, salah satu cara memotivasi anak agar kembali semangat belajar adalah memberi mereka pujian atas segala usaha yang telah ia lakukan. Hal ini akan membuat anak merasa diperhatikan dan usahanya tidak ada yang sia-sia.

Ajak anak rajin membaca

Anak akan lebih tertarik membaca ketika hal tersebut menjadi kebiasaan sehari-hari di rumah. Tidak harus dimulai dari buku-buku belajar, kok. Mama Papa bisa mengajak anak membaca buku cerita bergambar agar ia tertarik.

Melalui kebiasaan rutin membaca, anak semakin punya motivasi untuk belajar. Jadi tidak ada salahnya Mama Papa menyediakan banyak bacaan untuk si kecil, ya!

Temani anak belajar

Jangan hanya menyuruh anak belajar, kita juga harus luangkan waktu untuk menemani anak belajar. Ini merupakan salah satu cara memmotivasi anak untuk kembali semangat belajar. Dengan menemani anak belajar, secara psikologis anak akan merasa didukung. Hal ini akan membimbing mereka untuk jadi pribadi yang lebih semangat belajar.

Sesuaikan gaya belajar anak

Tidak semua anak suka dengan media gambar untuk belajar. Anak dengan kecerdasan kinestetik misalnya, yang lebih suka belajar sambil bergerak. Jadi kita harus pahami dulu metode belajar apa yang disukai anak.

Terkadang anak mengalami penurunan motivasi belajar karena merasa proses pembelajarannya sangat membosankan, lo! Kita bisa memotivasi anak untuk melakukan cara belajar yang menarik untuk dia.

Dengarkan opini anak

Cara memotivasi anak agar semangat belajar selanjutnya bisa dilakukan dengan mendengarkan opini anak. Sebab, apa yang menurut kita baik, belum tentu anak merasakan hal yang sama.

Jadi kita sebagai orangtua harus menjadi pendengar yang baik juga. Kalau apa yang anak inginkan kita rasa kurang baik, maka kita bisa memberi tahu dengan cara yang santai.

Categories: Pendidikan

Cara Menasehati Anak Supaya Nurut Kepada Orang Tua

No Comments
Cara Menasehati Anak Supaya Nurut Kepada Orang Tua

Tidak semua orang tua paham betul cara mendidik anak dengan baik. Orang tua pun butuh waktu untuk belajar bagaimana cara menjadi orang tua yang baik, bagaimana mendidik supaya anak nurut dengan orang tua, serta bagaimana berkomunikasi yang baik dengan anak. Semua hal tersebut tidak mudah, bahkan terkadang membuat orang tua stres dan merasa gagal menjadi orang tua. Terlebih jika Ibu memiliki anak lebih dari 1, kerap muncul kecemburuan dari anak yang lebih besar terhadap anak yang lebih kecil. Kecemburuan ini kerap dilampiaskan dengan cara ‘membangkang’.

Si kecil yang sedang mengeksplorasi diri serta lebih percaya dengan instingnya, seakan membuat anak terkesan membangkang. Misalnya saat anak menolak makan di jam makan, sulit tidur, ingin terus bermain atau screen time, memang menunjukkan kesan bahwa mereka tidak menurut dengan perintah orang tua. Namun jika ditelusuri lebih dalam, mereka memang sedang berada di fase eksplorasi. Bukan berarti tidak patuh.

Tentunya orang tua punya batas kesabaran tersendiri. Ketika anak menolak perkataan atau perintah orang tua, terkadang orang tua menjadi gemas, marah, bahkan berteriak. Padahal, berteriak bukan cara yang tepat supaya anak nurut dengan orang tua lho, Bu. Ibu perlu memahami teknik dibawah ini yang perlu dilakukan supaya anak nurut dan tidak lagi membangkang.

Cara Menasehati Anak Supaya Nurut Kepada Orang Tua

Hindari Berteriak dan Memaksa Anak

Bagaimanapun kondisinya, hindari berteriak di depan anak. Berteriak tidak akan membuat anak patuh dan menuruti perintah Anda. Justru sebaliknya, berteriak membuat hati anak semakin keras dan ia semakin enggan untuk patuh.

Jika Ibu berteriak, anak akan menangkap sinyal waspada. Artinya, ia berada di kondisi yang tidak aman. Efeknya, anak akan merasa cemas, khawatir, agresif, bahkan menjadi semakin keras dengan cara mereka.

Alih-alih anak akan patuh, ia justru semakin keras. Ibu pun semakin sulit untuk menaklukkannya di kemudian hari. Lebih baik berbicara baik-baik dengan anak dan menjaga nada bicara agar tetap tenang. Nada suara yang tenang akan membuat anak tergerak untuk mengikuti perkataan Anda.

Gunakan Bahasa Lembut Disertai Sentuhan

Tips lain yang bisa dipakai supaya anak nurut dengan perintah orang tua adalah dengan menggunakan bahasa yang lembut saat memberi nasehat. Bahasa yang tenang, lembut, dan tidak disertai teriakan akan membuat anak lebih nyaman. Terlebih jika Ibu menambahkan teknik sentuhan saat berbicara dengan anak, anak akan merasa dihargai.

Ketika anak dihargai, ia akan mendengar dan patuh terhadap apa yang Anda perintahkan. Jadi jangan lupa untuk memberi sentuhan di bahu, tangan, kepala saat berbicara dengan anak ya, Bu!

Panggil Nama Anak

Selain itu, Ibu bisa menggunakan teknik ‘memanggil nama anak’ ketika mengajaknya berbicara supaya anak nurut. Ketika Ibu memanggil nama anak, si kecil akan merasa dihargai. Saat ia menoleh dan memperhatikan Anda, jangan lupa untuk mengatakan dengan baik apa yang ingin Anda katakan. Dengan cara ini, anak akan lebih bersimpati terhadap Anda dan hasilnya ia akan patuh tanpa perlu menunjukkan tanda pembangkangan.

Dengarkan Perkataan Anak

Anak merupakan pribadi yang sangat pandai meniru. Seperti apa sikapnya saat ini, merupakan cerminan dari perilaku Ayah dan Ibu di rumah saat menghadapi anak. Tentunya Ibu ingin selalu didengar oleh anak bukan? Begitu pula dengan si kecil, ia juga ingin selalu didengarkan.

Jadi jika ingin didengar, berikan contoh kepada anak bagaimana cara mendengarkan perkataan orang lain. Buka telinga lebar-lebar saat anak berbicara dan hindari memotong pembicaraannya. Dengan cara ini, anak akan tahu bagaimana cara mendengarkan orang lain. Ia pun akan memiliki sikap yang sama saat Ibu berbicara. Inilah cara yang sangat tepat dilakukan supaya anak nurut dan mau mendengarkan orang tua.

Hindari Memberi Perintah Saat Anak Tantrum

Ibu perlu tahu kapan saat yang tepat untuk memberi perintah, nasihat, serta berbicara pada anak. Ada waktu yang perlu dihindari untuk memberi perintah pada anak, yaitu ketika ia sedang tantrum. Pada saat tantrum, si kecil tidak dapat mendengarkan perkataan dari siapapun, terlebih kalimat perintah.

Beri kesempatan pada si kecil untuk mengeluarkan emosinya terlebih dahulu, baru kemudian berbicara atau memberi perintah. Kenali hal apa saja yang membuat anak mudah tantrum agar Ibu dapat meredakan tantrumnya. Ingat, berharap supaya anak nurut ketika ia sedang tantrum merupakan hal yang sia-sia ya, Bu.

Konsisten

Cara lain supaya anak nurut dengan orang tua adalah memberi perintah atau larangan secara konsisten. Jika Ibu melarang anak makan permen misalnya, maka tetap konsisten dengan larangan tersebut apapun yang terjadi, meskipun anak merengek dan tantrum saat tidak diberi permen, Ibu tetap konsisten dengan aturan tersebut.

Aturan yang konsisten tidak akan membuat anak bingung, ia akan paham apa yang sebenarnya diinginkan oleh orang tua. Jika konsistensi ini ditegakkan, Ibu akan lebih mudah membuat ia patuh.

Beri Apresiasi

Apresiasi sangat penting diberikan pada anak yang sedang mengalami masa tumbuh kembang. Bila anak berhasil melakukan sesuatu atau mentaati aturan yang dibuat oleh orang tua di rumah, maka jangan lupa berikan apresiasi atau pujian. Apresiasi tersebut yang membuat si kecil merasa termotivasi untuk patuh. Ia juga akan melakukan perintah orang tua dengan rasa senang tanpa paksaan.

Ciptakan Lingkungan yang Menyenangkan

Tumbuh kembang anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Lingkungan yang aman dan nyaman akan membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Oleh karena itu, jika Ibu ingin supaya anak nurut dengan orang tua, maka ciptakan suasana yang kondusif di rumah.

Orang tua yang dapat selalu hadir dan membersamai anak merupakan orang tua yang didambakan oleh anak. Oleh karena itu, hindari distraksi gadget atau televisi saat bermain dengan anak. Jika anak merasa nyaman dengan orang tua dan lingkungan yang tercipta, maka anak akan cenderung lebih patuh terhadap perintah orang tua.

Kompak dengan Pasangan

Tips lain yang bisa dilakukan supaya anak nurut dengan orang tua adalah usahakan agar selalu ‘satu suara’ dengan pasangan. Ketika Ayah dan Ibu kompak dalam mendidik dan memberikan aturan pada anak, si kecil akan lebih mudah untuk mematuhi.

Sebaliknya, ketika Ibu dengan pasangan tidak kompak dan kerap berdebat, maka akan muncul rasa ketidakpercayaan anak terhadap orang tua. Efeknya, anak akan sulit mendengarkan orang tua dan menuruti nasehat yang diberikan. Ia juga akan bingung, mana nasihat yang sebenarnya perlu didengarkan, karena ayah dan ibu berbeda pendapat.

Film Inpirasi: Sinopsis dan Pesan Moral Film Taare Zameen Par (2007)

No Comments
Sinopsis dan Pesan Moral Film Taare Zameen Par (2007)

Film Taare Zameen Par adalah sebuah film yang menceritakan tentang seorang anak kelas 3 yang duduk di bangku sekolah dasar bernama Ishaan Nandkishore Awasthi. Ishaan adalah seorang anak yang tidak bisa mengikuti kegiatan di sekolahnya dengan baik, ia dicap sebagai anak yang bodoh dan nakal. Tak hanya itu Ishaan juga memiliki kesulitan dalam membaca maupun menulis, ia kesulitan mengenal huruf, misalnya sulit membedakan antara “d” dengan “b” atau “p”. Dia juga susah membedakan suku kata yang bunyinya hampir sama, misalnya “Top” dengan “Pot” atau “Ring” dengan “Sing”. Bukan hanya itu, dia juga sering menulis huruf secara terbalik.

Karena kekurangan Ishaan tersebut ia pun sering mendapat nilai yang buruk di sekolah dan tidak pernah mengerjakan pr sehingga para guru pun sering menghukumnya. Meski begitu, Ishaan memiliki suatu kelebhan yaitu melukis. Berbanding terbalik dengan Ishaan, kakaknya, Yohan adalah seorang anak yang sangat pintar dan cerdas. Ibu Ishaan seringkali mengajarinya pelajaran yang sudah dipelajari di sekolah, namun Ishaan akan selalu melupakan pelajaran yang telah diberikan sehingga lama kelamaan ibunya pun lelah. Ayah Ishaan adalah seseorang yang keras ia sering membandingkan Ishaan dan kakaknya.

Pada puncaknya Ishaan dimasukkan kedalam asrama karena ketahuan bolos sekolah dan berjalan jalan sendirian keliling kota. Namun tak ada perubahan yang berarti meskipun Ishaan telah pindah ke asrama. Ia bahkan lebih sering menerima hukuman dari gurunya karena tidak bisa mengikuti aturan yang ada. Ishaan sebenarnya sudah berusaha namun semakin ia berusaha maka ia semakin bingung karena ia measa semua huruf itu menari nari di kepalanya. Karena tekanan yang ia terima dari guru dan ejekan dari teman temannya Ishaan pun tidak mau menggambar lagi.

Kemudian datang seorang guru kesenian pengganti sementara yang bernama Ram Shankar Nikumbh (Aamir Khan). Guru baru ini mempunyai cara mendidik yang baru, Ram membuat mereka berpikir keluar dari buku-buku dan imajinasi mereka. Setiap anak di kelasnya merespon dengan antusias yang besar kecuali Ishaan. Ram kemudian berusaha untuk memahami Ishaan dan masalah-masalahnya. Ram menyadari bahwa Ishaan menderita penyakit disleksia, sebuah kesulitan dalam membaca, menulis dan menghitung.

Ram menyadari kondisi Ishaan karena dulunya ia pun mengalami gejala disleksia. Padahal, sebenarnya seseorang yang mengalami disleksia memiliki kemampuan intelegensi yang tinggi. Jika tak diasah dengan kesabaran dan keterampilan dalam mendidik, maka sang anak akan terus terjerat dalam ketidaktahuan dalam membaca dan menulis. Ia mecontohkan tokoh-tokoh dunia yang mengalami disleksia sehingga melejitkan semangat Ishaan dalam belajar. Dengan waktu, kesabaran dan perawatan Ram berhasil dalam mendorong tingkat kepercayaan Ishaan. Dia membantu Ishaan dalam mengatasi masalah pelajarannya dan kembali menemukan kepercayaan yang hilang. Ia mampu mengajak anak didiknya itu memahami dan menyeberangi lautan ilmu dengan proses yang menyenangkan.

Ram pulalah yang menyadarkan orang tua Ishaan bahwa anaknya mengalami disleksia. Setelah menemui orang tua Ishaan, Ram kemudian memohon kepada Kepala Sekolah (asrama) agar Ishaan diberikan kemudahan dan tidak dikeluarkan. Dimana ia nantinya yang akan membantu Ishaan agar dapat membaca dan juga menulis. Kemudian untuk meningkatkan kepercayaan diri Ishaan dan memperlihatkan kelebihan Ishaan dalam melukis, Ram mengadakan lomba melukis bagi guru dan murid di asrama tersebut.

Ishaan keluar sebagai pemenang. Hasil lukisannya dan juga lukisan Nikumbh dipakai sebagai sampul buku tahunan sekolah tersebut. Selain itu di akhir sekolah, nilai-nilai Ishaan pun tidak lagi di bawah rata-rata. Ia sudah mampu bersaing dengan teman-temannya.

Pesan Moral

Sinopsis dan Pesan Moral Film Taare Zameen Par (2007)

Film ini mengandung pesan moral yang sangat kuat. Dalam film ini kita bisa lihat bahwa peran orang tua sangat penting dalam masa tumbuh kembang anak. Peran guru pun tak kalah pentingnya sebagai orang tua kedua bagi anak. Setiap anak pastilah berbeda antara satu dengan yang lainnya. Mereka memiliki kemampuan, bakat, dan impian yang berbeda beda. Sebagai orang tua hendaknya mendukung agar anak dapat berkembang menurut bakat alami yang ada dalam diri mereka bukan dengan paksaan dan ambisi dari orang tua. Karena setiap anak adalah spesial.

Categories: Film Inspirasi, Pendidikan

Kemendikbudristek Tarik Buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

No Comments
Kemendikbudristek Tarik Buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudistek) menerima dan memperhatikan laporan masyarakat terkait konten dalam buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) kelas VII yang tidak tepat.

Kepala Badan Standar, kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Anindito Aditomo mengapresiasi laporan, koreksi, dan saran perbaikan yang disarankan masyarakat.

“Kami mengapreisiasi masukan, saran, dan perbaikan untuk perbaikan berkelanjutan terkait buku pendidikan,” katanya di Jakarta Rabu (27/7).

Lebih lanjut, kepala BSKAP menambahkan, buku pendidikan atau buku teks pelajaran yang di terbitkan Kemendikbudristek merupakan dokumen kehidupan yang diperbaiki dan dimutakhirkan.

BSKAP menyampaikan, buku pendidikan atau buku teks pelajaran yang di terbitkan Kemendikbudristek merupakan dokumen kehidupan yang diperbaiki dan dimutakhirkan.

Kemendikbudristek Tarik Buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Saat ini, Pusat Pebukuan Kemendikbudristek tengah melakukan kajian terkait konten di dalam buku mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan SMP Kelas VII terbitan 2021 tersebut. Selanjutnya, Pusat Perbukuan Kemendikbudristek segera memperbaiki sesuai masukan yang di terima dari berbagai pihak, khususnya mengenai penjelasan tentang Trinitas dalam agama kristen protestan dan katolik.

Dalam proses perbaikan, pusat pebukuan akan melibatkan perwakilan dari konferensi Waligereja Indonesia dan Persekutuan Gereja=gereja Indonesia.

Selain itu, Kemendikbudristek akan menarik dan mengganti buku yang saat ini beredar. “Buku elektronik yang beredar sudah kami tarik dan segera kami ganti dengan edisi revisi. Percetakan versi sudah kami hentikan. Untuk percetakan selanjutnya akan mengguanakan edisi revisi,” ujar Anindito.

Kemendikbudristek selalu terbuka untuk menerima masukan, koreksi, dan saran dapat dialamatkan kepada penulis atau melalui alamat sural buku@kemendikbud.go.id,” pungkas Annindito.

Categories: Pendidikan